Mawar Yang Pantang Layu

Oleh : Rosmiati, S.Pd

Pukul 10 pagi.

Kring...kring...kring..mawar tersentak tiba2 mendengar deringan hp disamping tempat tidurnya.


Terdiam sejenak, melihat nama yang muncul dilayar hp nya.

"Abang Bambang?" mawar berkata dalam hati.

Lama baru mawar menekan tombol panggilan masuk, firasat mawarpun benar, bahwa setiap abang Bambang menelfon pasti ada sesuatu yang abang Bambang minta padanya.



"Hhhhalooo.... assalamu'alaikum...." dengan suara yang tertahan karna sedang menyusuin bayinya.


Suaranya Terdengar lirih dan memelas abang Bambang mengeluh kan semuanya.


"abang mau pinjam uang sama adek mawar, Abang sakit dek, kedua anak abang juga sakit....abang juga belum makan".

Hati mawar terenyuh mendengar nya, wajar saja kalian sakit dan belum makan, bisik mawar dalam hati, sebab tidak ada yang urusin kalian. Abang Bambang sudah ditinggal cerai oleh istrinya beberapa tahun yang lalu, kedua anaknya pun tinggal bersamanya.



Entah uang itu bisa Mawar dapatkan dari mana nantinya. Mawar hanya bisa mengiyakan apa yang abang Bambang minta.


"Iya abang...mungkin nanti siang baru mawar bisa kirim ya, padahal sebenarnya mawar tidak punya uang".


Setelah percakapan via hp berakhir, Mawar menutup telfonnya. Pikirannya berkecamuk, ingin berteriak sekencang mungkin, meratapi keadaan.


Pikiran Mawar bermain antara benci dan logis, benci dengan keadaan, kenapa tidak seperti si A,B dan C yang punya penghasilan? paling gak Mawar bisa meringankan beban saudaranya, walaupun sebenarnya Mawar selalu bersyukur atas nikmat dari Allah SWT yang selama ini dia dapatkan Mawar punya prinsip"sesama saudara harus saling membahu dan menolong satu dan lainnya".

 Bukan tampa alasan, karna Mawar dan saudara-saudaranya sudah tidak punya ibu dan bapak,l lebih tepatnya anak yatim-piatu.


Mawar begitu kecewa pada keadaanya. Tak jarang Mawar merasa insecure pada diri dan lingkungannya. Terkadang menutup diri dan bahkan membatasi circle pertemanannya, namun si mawar menguatkan tekadnya,slalu mensupport dirinya.

"Ayo Mawar kamu pantang layu".

Sembari memohon campur tangan dari Allah SWT.

Hari sudah menjukkan pukul 4 sore, uang yang dijanjikan kepada abang Bambang, belum juga ia dapatkan. Mawar semakin sedih meratapi keadaannya.


 Tiba-tiba hp nya berdering lagi,,,

"Ya Allah....benar abang Bambang lagi!" Bisik mawar dalam hati.

Entah bagaimana caranya Mawar mampu menjelaskan pada abang Bambang bahwa uang nya belum dia dapatkan. Dengan tenang dan tanpa menunjuk kan kesedihan,lalu Mawar mengangkat telpon abang Bambang.


"Halo....iya abang Bambang sebentar lagi ya, sabar ya abang".

Belum sempat abang Bambang berbicara, Mawar langsung mematikannya telfonnya.

 

Ya Allah dari mana Mawar bisa dapatkan uang ini? Kembali Mawar kebingungan. Lalu tiba-tiba terbesit dibenaknya mungkin Mawar bisa menjadi reseller suatu produk makanan.


Lalu si Mawar merepost produk makan tersebut disalah satu WA grupnya.


Ada rasa malu yang teramat besar dalam diri Mawar,tapi apa boleh buat. Akan lebih malu lagi baginya jika dia meminta pinjaman uang dari orang lain.


Dan pada kenyataannya orang lainpun memiliki kebutuhan dan pengeluaran tersendiri.


Ketika produk makanan tersebut dipostingnya, tidak ada satu orang pun yang berminat, Mawar kembali bersedih, menyalahkan diri dan keadaannya, karna menurutnya dia sudah berusaha sekuat kemampuannya.

Belum lagi, Mawar harus survive membantu ekonomi keluarga sendiri yang semakit rumit, sementara suaminya hanya wiraswasta, sedangkan kebutuhan hidup keluarganya setiap hari harus dia penuhi,,,

Ketika rasa kecewa dan penyesalan muncul, Mawar berusaha berpositif thinking dengan keadaannya. Walaupun sebenarnya nya dia bimbang dengan keadaannya.


 Untain doa dipanjatkannya "ya Allah jika ujianmu ini begitu berat bagi hamba ,maka kuatkanlah bahu hamba untuk menopangnya".

  

Hari sudah semakin sore, sementara uang yang Mawar janjikan ke abang Bambang masih belum mawar dapatkan.

Sampai akhirnya mawar mencoba pinjamkan ketetangga sekitar rumahnya,dugaan mawar benar, ternyata mereka juga tidak memiliki uang,,,


Hati Mawar semakin terpuruk,berkabung dalam kesedihan yang mendalam,karna merasa tak bisa membantu saudaranya yang membutuhkan bantuan nya,,,,


  Ditengah-tengah kesedihannya, Mawar berusaha membuka dompet dan tas yang sangat jarang dipakainya dan berharap menemukan uang yang lupa tersimpan,,, Qadarullah. Alhamdulillah semua atas kehendak Allah, Mawar menemukan uang 100rb yang sedikit usang, tak henti-hentinya Mawar mengucap syukur kepada Allah SWT atas kejadian yang terjadi ini.

  Barangkali hikmah yang bisa Mawar petik pada saat itu, "bahwa sebesar apapun masalahmu, berdoa, usaha dan biarkan Allah SWT yang mengurus semuanya, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah terlibat pada urusan kita sebagai hambanya".


  Pukul 6 sore...

Akhirnya abang Bambang, mengirim ucapan terimakasih via WA karena telah menerima kiriman struk pengiriman uang dari adeknya Mawar.


Ada rasa lega dihati Mawar karena sudah memenuhi harapan abang Bambang, tak henti-hentinya Mawar mengucap syukur atas keajaiban yang dia alami ditengah2 kebimbangannya.





     T A M A T.