Teman yang Suka Berbohong

Teman yang Suka Berbohong
By : Y.A
Di kelas, semua orang mengenal Rian sebagai sosok yang ramah dan humoris. Namun, satu hal yang sering membuat teman-temannya kesal—Rian suka berbohong. Tidak selalu tentang hal besar, tapi kebohongannya sering membuat orang lain ragu untuk mempercayainya.
Suatu hari, Rian datang ke sekolah dengan wajah sumringah. "Kalian tahu nggak? Aku kemarin ketemu artis terkenal di mal! Bahkan dia ngajak aku ngobrol dan foto bareng!" katanya dengan penuh semangat.
Beberapa teman terkesima, tapi Dika, sahabatnya, hanya menghela napas. "Bukti fotonya mana, Rian?" tanyanya.
Rian tergagap sejenak lalu berkata, "Aduh, hapeku pas ke-reset kemarin, jadi semua fotonya hilang!"
Dika dan beberapa teman lain hanya saling berpandangan. Ini bukan pertama kalinya Rian mengarang cerita tanpa bukti.
Beberapa hari kemudian, sekolah mengadakan lomba cerdas cermat. Rian dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa ia sudah belajar semalaman dan yakin bisa menjawab semua pertanyaan dengan mudah. Namun, saat lomba berlangsung, ia justru tidak bisa menjawab satu pun pertanyaan yang diberikan.
Setelah lomba selesai, Dika mendekatinya. "Rian, kenapa sih kamu selalu berbohong? Kalau kamu memang nggak belajar, nggak apa-apa. Daripada selalu membuat cerita palsu, lebih baik jujur saja."
Rian menunduk. "Aku cuma ingin dianggap hebat oleh kalian..."
Dika tersenyum dan menepuk bahunya. "Kami lebih suka kalau kamu jadi diri sendiri. Jujur lebih baik daripada membuat cerita yang akhirnya merugikan diri sendiri."
Sejak hari itu, Rian mulai belajar untuk lebih jujur. Meskipun butuh waktu, ia menyadari bahwa kepercayaan teman-temannya jauh lebih berharga daripada kebohongan yang hanya memberikan kesenangan sesaat.