Mimpi di Balik Lensa Kamera

Mimpi di Balik Lensa Kamera
Oleh : En
Adi selalu menjadi anak yang antusias dalam segala hal. Sejak kecil, ia memiliki minat yang besar terhadap fotografi. Setiap kali melihat kamera, matanya akan berbinar, seolah-olah ada dunia penuh warna yang menunggu untuk diabadikan. Namun, meskipun begitu besar minatnya, Adi selalu merasa ragu untuk mengejar mimpinya menjadi seorang fotografer profesional. Ia sering merasa bahwa dunia fotografi adalah dunia yang jauh dan penuh persaingan.
Suatu hari, saat Adi sedang duduk di taman, ia melihat seorang pria tua yang sedang duduk di bangku sambil memotret pemandangan dengan kamera jadul. Tanpa berpikir panjang, Adi mendekat dan menyapanya.
"Pak, apakah Bapak seorang fotografer?" tanya Adi dengan hati-hati.
Pria itu tersenyum dan mengangguk. "Iya, saya sudah memotret lebih dari 40 tahun. Apa kamu suka fotografi juga?"
Adi mengangguk cepat. "Iya, saya suka sekali! Tapi, saya selalu merasa ragu untuk melangkah lebih jauh. Banyak yang bilang fotografi itu sulit dan penuh persaingan."
Pria itu tertawa ringan. "Fotografi bukan soal persaingan. Itu soal seberapa besar antusiasme kamu untuk menangkap momen. Setiap foto yang kamu ambil adalah bagian dari perjalananmu. Jangan ragu untuk memulai. Yang terpenting adalah kamu menikmati setiap prosesnya."
Kata-kata itu menyentuh hati Adi. Sejak saat itu, ia mulai mengambil langkah pertama untuk mewujudkan impiannya. Ia membeli kamera pertamanya dan mulai memotret berbagai hal, dari pemandangan hingga potret wajah teman-temannya. Meskipun hasilnya belum sempurna, Adi merasa sangat antusias setiap kali menekan tombol shutter kamera.
Lambat laun, Adi belajar banyak tentang fotografi. Ia mulai mengikuti berbagai kursus dan bergabung dengan komunitas fotografi di kotanya. Ketika suatu hari, ia berhasil memenangkan lomba fotografi lokal, ia merasa sangat bersyukur atas keberaniannya untuk mengikuti kata hati dan mengejar mimpinya.
Adi menyadari bahwa antusiasme dan keberanian untuk mencoba adalah kunci untuk membuka pintu kesuksesan. Kini, ia tidak hanya menjadi fotografer yang berbakat, tetapi juga seseorang yang tidak pernah takut untuk mengejar apa yang dicintainya.