Kejahilan di Pagi Hari

Kejahilan di Pagi Hari
Oleh : En
Pagi itu, di kelas 8-C, semua siswa terlihat sibuk mempersiapkan ujian yang akan berlangsung beberapa jam lagi. Namun, bagi Rizky, teman sekelas yang selalu ceria, ini adalah kesempatan yang sempurna untuk menjahili teman-temannya.
Rizky sudah merencanakan sesuatu yang lucu. Ia tahu bahwa teman terbaiknya, Andi, sangat suka dengan minuman kopi panas setiap pagi. Andi selalu membawa termos kopi ke sekolah dan meminumnya di kelas saat pelajaran pertama dimulai. Rizky punya ide cemerlang untuk sedikit mengusik kebiasaannya.
Dengan hati-hati, Rizky pergi ke dapur sekolah dan menuang beberapa tetes saus sambal ke dalam termos Andi yang sudah diletakkan di meja. "Ini pasti bikin Andi terkejut!" pikirnya sambil tersenyum licik.
Ketika bel masuk kelas berbunyi, Andi seperti biasa duduk di tempatnya, membuka termos, dan menuangkan kopi panasnya ke dalam cangkir. Rizky yang duduk di belakangnya hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi Andi yang mulai menyeruput kopinya.
Baru beberapa detik kemudian, Andi tiba-tiba memukul meja dengan keras, membuat seluruh kelas terdiam. "Aduh! Kenapa ini rasanya beda banget?!" teriak Andi sambil memegang perutnya.
Semua teman-teman di kelas menoleh, dan Rizky yang sudah tidak bisa menahan tawa langsung tertawa terbahak-bahak. "Ada apa, Andi?" tanya Dika yang duduk di sampingnya.
Andi dengan muka merah mencoba menahan tawa, tetapi ia tidak bisa menutupi rasa kagetnya. "Kopi ini… rasanya aneh banget! Kok pedes?!"
Rizky hampir terjatuh dari kursinya saking lucunya melihat reaksi Andi. "Hehe, ternyata kamu nggak cuma suka kopi, tapi juga suka tantangan rasa baru, kan?" Rizky akhirnya mengakui kejahilannya.
Andi yang awalnya sedikit kesal, akhirnya ikut tertawa. "Kamu ya, Rizky! Gimana kalau saya ganti kopi dengan air es buat kamu nanti?" katanya sambil melirik Rizky dengan senyuman nakal.
Meski kejadian itu sempat membuat Andi bingung, akhirnya semuanya tertawa bersama. Rizky sadar, meskipun ia suka menjahili teman-temannya, yang terpenting adalah menjaga suasana hati tetap ceria dan penuh tawa.
Sejak kejadian itu, Andi tidak lagi membawa termos kopi yang sama ke sekolah, dan Rizky sudah bertekad tidak akan menambahkan saus sambal ke dalam kopi teman-temannya lagi. Tapi siapa tahu, kejahilan apa yang akan ia rencanakan untuk berikutnya?