Mengapa Masyarakat Bima Suka Sayur Daun Kelor?

Masyarakat Bima, yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memiliki kekayaan kuliner yang beragam dan unik, salah satunya adalah sayur daun kelor. Daun kelor, yang dikenal dengan nama ilmiah Moringa oleifera, telah menjadi bagian penting dalam pola makan sehari-hari masyarakat Bima. Meskipun daun kelor sudah dikenal luas sebagai tanaman dengan banyak manfaat kesehatan, di Bima, daun ini memiliki makna yang lebih dalam, baik dari segi kebudayaan maupun kepraktisan dalam kehidupan sehari-hari.


Kandungan Gizi yang Tinggi

Salah satu alasan mengapa masyarakat Bima menyukai sayur daun kelor adalah kandungan gizinya yang sangat tinggi. Daun kelor kaya akan vitamin A, C, dan E, serta mengandung kalsium, besi, dan protein yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam masyarakat Bima, sayur daun kelor sering dijadikan sebagai makanan pendamping yang bergizi tinggi, terutama untuk anak-anak dan ibu hamil. Kandungan antioksidan dalam daun kelor juga dipercaya dapat memperkuat sistem imun dan membantu tubuh melawan penyakit.


Mudah Ditemui dan Murah

Di Bima, daun kelor tumbuh subur di hampir setiap pekarangan rumah. Tanaman ini juga mudah dirawat, sehingga banyak keluarga yang menanam kelor di halaman rumah mereka. Oleh karena itu, sayur daun kelor menjadi pilihan yang sangat praktis dan terjangkau. Masyarakat Bima tidak perlu pergi ke pasar untuk membeli sayuran mahal, karena kelor dapat dipanen langsung dari halaman rumah. Kepraktisan dan murahnya daun kelor membuatnya menjadi pilihan utama dalam menu sehari-hari.


Pengaruh Budaya dan Tradisi

Selain dari sisi kesehatan dan kemudahan, sayur daun kelor juga memiliki peran penting dalam tradisi kuliner masyarakat Bima. Daun kelor sering digunakan dalam berbagai hidangan tradisional, seperti sopa kelor (sayur kelor) yang menjadi favorit dalam acara-acara khusus maupun hidangan sehari-hari. Dalam budaya Bima, sayur kelor sering dipadukan dengan ikan asin, sambal, atau daging ayam, menciptakan rasa yang khas dan menggugah selera.


Sayur daun kelor juga dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh, yang menjadikannya simbol keberlanjutan dan ketahanan hidup masyarakat Bima. Sejak zaman dahulu, masyarakat Bima telah mengenal manfaat daun kelor sebagai sumber gizi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, terutama bagi mereka yang hidup di daerah yang cukup keras dan terisolasi.


Manfaat Kesehatan yang Dikenal Luas

Daun kelor dikenal dengan banyak manfaat kesehatan, dan ini membuatnya semakin populer di Bima. Selain menjadi sumber gizi yang baik, daun kelor juga dipercaya memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol, dan meningkatkan kesehatan pencernaan. Banyak masyarakat Bima yang memanfaatkan daun kelor sebagai obat herbal alami untuk berbagai keluhan kesehatan. Ini menjadikan sayur daun kelor lebih dari sekadar makanan; ia menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bima.


Sayur daun kelor telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bima karena kandungan gizinya yang tinggi, kemudahan dalam memperoleh bahan bakunya, serta manfaat kesehatan yang luar biasa. Selain itu, tradisi dan kebudayaan masyarakat Bima turut berperan dalam membentuk kebiasaan mengonsumsi sayur daun kelor sebagai menu sehari-hari. Melalui kombinasi manfaat kesehatan dan kemudahan akses, tak heran jika sayur daun kelor menjadi favorit yang terus lestari dalam kebudayaan kuliner Bima.


#TimedSpenlim