Pangaha Bunga

Pangaha Bunga adalah kue tradisional khas Bima yang telah menjadi favorit sebagai camilan saat santai. Kue ini memiliki tekstur dan bentuk yang sederhana, dengan aroma gurih yang khas. Bahan utamanya adalah tepung beras ketan, dan proses pembuatannya bebas dari bahan kimia maupun pengawet, sehingga Pangaha Bunga dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama.

Kelezatan Pangaha Bunga terletak pada kerenyahan dan rasa gurihnya. Saat digigit, kue ini memberikan sensasi kriuk yang memanjakan lidah, terutama jika dinikmati bersama secangkir kopi atau teh hangat. Tak heran, Pangaha Bunga sering dihidangkan dalam berbagai acara penting, seperti pernikahan dan perayaan besar lainnya.

Asal usul Pangaha Bunga diyakini berasal dari pengaruh budaya Melayu, yang terlihat dari motif bunganya. Awalnya, kue ini berkembang di Kampo Melayu, tempat para guru ngaji dari Melayu menetap. Pada masa lalu, Pangaha Bunga hanya disajikan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad, yang dikenal dengan sebutan Hanta Ua Pua, tradisi yang dimulai sejak abad ke-17 oleh Sultan kedua Abdul Khair Sirajuddin.

Kini, Pangaha Bunga mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional dan menjadi pilihan camilan bagi banyak keluarga. Harganya pun terjangkau, biasanya sekitar Rp10.000 per bungkus. Seiring waktu, inovasi dalam pembuatan kue ini terus berkembang, seperti penambahan umbi-umbian seperti ubi ungu untuk memberikan variasi warna dan rasa yang berbeda. 

Disarikan dari : PANGAHABUNGA.WORDPRESS.COM Oleh Tim Website Spenlim