Berontak Dibalik Keheningan

Berontak Dibalik Keheningan 

Oleh : Y.A

Detik-detik berlalu, sunyi mencekam,

Di antara pilihan, berdiri ataukah rebah.

Jiwa yang kering, merindukan setitik embun,

Terjebak dalam pusaran waktu, tak berdaya.

Jarum jam terus berputar, tak kenal lelah,

Menyisir hari-hari yang kian membara,

Nasib seolah menggiring, tanpa kompromi,

Membawa ke pusatnya, hingga kepala pusing.

Namun, di balik keheningan, ada bara yang menyala,

Semangat yang enggan menyerah pada keadaan.

Berontak! Aku bukan kayu lapuk,

Aku manusia berotak, punya akal dan perasaan.

Waktunya bangkit, melawan arus takdir,

Meraih asa, meski terjal mendaki.

Jarum jam tetap berdentang, sebagai pengingat,

Bahwa hidup ini singkat, jangan sia-siakan.