Senandung Alam yang Terluka

Senandung Alam yang Terluka

Oleh : Y.A


Di mana dulu pepohonan rindang menjulang,

Kini hanya tanah gersang, sunyi, dan hilang.

Dulu burung-burung berkicau riang,

Kini hanya suara angin yang berbisik pilu.

Kalian datang dengan nafsu serakah,

Memangkas hutan, merusak alam semesta.

Emas dan perak kalian jadikan berhala,

Mengorbankan keindahan, kedamaian, dan cinta.

Kalian bilang, "Kami hanya mencari rezeki,"

Tapi mengapa harus dengan cara begini?

Alam ini bukan hanya milikmu sendiri,

Ada hak makhluk lain yang harus kalian hargai.

Setiap pohon yang tumbang adalah luka,

Setiap hewan yang mati adalah duka.

Alam ini menangis, merintih, dan berduka,

Menyaksikan keserakahan kalian yang tak berujung jua.

Jika kalian terus begini, wahai manusia,

Alam ini akan murka, membalas semua dosa.

Banjir, longsor, dan badai akan melanda,

Menghancurkan semua yang kalian punya.

Sadarlah, wahai manusia, sebelum terlambat,

Alam ini adalah ibu, bukan sekadar tempat.

Jaga, rawat, dan lestarikan dengan seksama,

Agar anak cucu kita dapat menikmatinya.

Jangan biarkan alam ini menjadi saksi bisu,

Kebiadaban kalian yang tak tahu malu.

Bangunlah dari tidur, bukalah mata hatimu,

Dengarkan sen

andung alam yang terluka pilu.