Sahabat yang Sabar

Sahabat yang Sabar

Oleh : L


Di sebuah SMP, ada dua sahabat, Rian dan Fajar. Rian dikenal sebagai anak yang pemarah. Sedikit saja tersinggung, dia langsung membentak atau membanting barang. Sebaliknya, Fajar adalah anak yang sabar dan bijak.  

Suatu hari, saat bermain bola di lapangan, Rian kesal karena timnya kalah. Ia menendang bola dengan keras hingga hampir mengenai teman lain. Fajar menghampirinya dan berkata dengan tenang,  

"Rian, marah itu wajar, tapi jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Kalau terus begini, teman-teman bisa menjauhimu."

Rian terdiam. Ia sadar bahwa karena sikapnya, banyak teman yang mulai enggan bermain dengannya. Dengan suara pelan, ia berkata,  

"Jadi, aku harus bagaimana, Jar?"

Fajar tersenyum. "Coba tarik napas dalam-dalam setiap kali emosi. Hitung sampai sepuluh sebelum bereaksi. Kalau masih marah, jalan-jalan sebentar atau minum air. Itu bisa membantumu lebih tenang."

Sejak saat itu, Rian berusaha mengendalikan emosinya. Meskipun tidak langsung berubah, ia mulai belajar bersabar. Semua berkat nasihat baik dari sahabatnya, Fajar.