Gunung Sangeang Api: Keindahan dan Ancaman di Jantung Nusa Tenggara

Gunung Sangeang Api: Keindahan dan Ancaman di Jantung Nusa Tenggara
Gunung Sangeang Api, sebuah gunung berapi aktif yang terletak di Pulau Sangeang, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, adalah salah satu gunung berapi paling dinamis di Kepulauan Sunda Kecil. Dengan dua kerucut vulkanik yang menjulang tinggi, Doro Api (1.949 meter) dan Doro Mantoi (1.795 meter), gunung ini menawarkan pemandangan yang memukau sekaligus menyimpan potensi bahaya yang besar.
Aktivitas Vulkanik yang Tinggi
Sangeang Api dikenal karena aktivitas vulkaniknya yang sering terjadi. Sejarah letusannya mencakup beberapa peristiwa signifikan, termasuk letusan pada tahun 1988 yang memaksa evakuasi penduduk pulau, serta letusan besar pada Mei 2014 yang menghasilkan kolom abu setinggi 15-20 kilometer. Letusan-letusan ini tidak hanya berdampak pada wilayah sekitar gunung, tetapi juga mengganggu penerbangan di wilayah yang lebih luas, seperti Australia dan Bali.
Keindahan Alam dan Potensi Wisata
Meskipun aktif, Gunung Sangeang Api menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Pulau Sangeang, dengan lanskap vulkaniknya yang unik, menarik para pendaki dan pecinta alam. Namun, para pengunjung harus selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang karena potensi letusan yang selalu ada.
Kehidupan di Pulau Sangeang
Pulau Sangeang, yang memiliki luas sekitar 120 kilometer persegi, adalah rumah bagi sekitar 3.000 orang. Mereka hidup dalam bayang-bayang gunung berapi yang aktif, namun tetap beradaptasi dengan kondisi alam yang keras.
Pemantauan dan Mitigasi Bencana
Aktivitas Gunung Sangeang Api terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pemantauan ini sangat penting untuk memberikan peringatan dini dan mengurangi risiko
Gunung Sangeang Api adalah contoh nyata dari kekuatan alam yang menakjubkan dan menakutkan. Keindahan alamnya menarik minat para petualang, sementara aktivitas vulkaniknya mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan dan mitigasi bencana. Dengan pemantauan yang cermat dan kesadaran akan risiko, kita dapat hidup berdampingan dengan gunung berapi yang aktif ini. (TM)