Esensi dalam Beramal

Ungkapan Ibnu Al-Qayyim ini menyoroti esensi dari keikhlasan dalam beramal. Beliau menggambarkan bahwa orang yang ikhlas adalah mereka yang mampu menyembunyikan perbuatan baiknya, sama halnya dengan menyembunyikan perbuatan buruknya. Hal ini menunjukkan bahwa keikhlasan tidak hanya tentang niat yang benar, tetapi juga tentang menjaga kerahasiaan amal agar terhindar dari riya (pamer) dan sum'ah (mencari popularitas).
Menyembunyikan amal baik bukan berarti tidak melakukannya sama sekali, melainkan menjaga agar amal tersebut tidak diketahui oleh orang lain kecuali jika ada maslahat yang lebih besar. Tindakan ini bertujuan untuk melatih hati agar tidak terikat pada pujian dan pengakuan manusia, tetapi hanya fokus pada ridha Allah semata. Dengan demikian, amal yang dilakukan akan lebih murni dan bernilai di sisi-Nya.
Ungkapan ini juga mengajarkan tentang pentingnya introspeksi diri. Sebagaimana seseorang berusaha keras menyembunyikan aib dan dosa-dosanya, demikian pula seharusnya ia berusaha menyembunyikan amal baiknya. Hal ini bukan berarti merendahkan nilai amal tersebut, tetapi justru menjaganya agar tidak ternoda oleh keinginan untuk dipuji. Dengan demikian, hati akan lebih bersih dan terhindar dari penyakit hati yang dapat merusak amal.