Kursi-kursi Rindu

Kursi-kursi Rindu

Oleh : Y.A

Di padang rumput yang berbisik, dua kursi kayu menanti. Menghadap bukit biru yang membisu, mereka berdua merindu. Rindu akan hangatnya senja, rindu akan tawa yang menggema.

Meja bundar di antara mereka, saksi bisu percakapan yang tak pernah usai. Tentang mimpi yang melayang, tentang harapan yang tak lekang. Di sini, waktu seolah berhenti, hanya ada desah angin dan nyanyian sunyi.

Kursi-kursi itu setia menunggu, meski tak tahu siapa yang akan datang. Mungkin sepasang kekasih, mungkin seorang penyair yang mencari ilham. Atau mungkin hanya aku, yang datang membawa sepi, mencari teman dalam sunyi.

Di atas bukit biru, awan berarak perlahan. Seolah mengerti kerinduan dua kursi kayu, mereka berbisik, "Jangan bersedih, wahai kursi-kursi rindu. Di sini, cinta dan harapan tak pernah layu."