Rahasia di Balik Punggung (Bagian 7)

Rahasia di Balik Punggung (Bagian 7)

By : End 


Ponsel May masih bergetar di meja, seolah memperingatkan mereka bahwa sesuatu yang lebih besar sedang mengintai.

Dion langsung berdiri. “Kita harus tahu siapa yang mengirim ini.”

Lisa menggigit bibirnya. “Bisa jadi ini hanya ancaman kosong.”

May menggeleng cepat. “Atau seseorang benar-benar mengawasi kita.”

Rinea menatap jendela kamar Lisa yang sedikit terbuka. Angin malam berembus pelan, tapi tiba-tiba perasaannya jadi tidak enak. Ia bangkit, berjalan pelan menuju jendela, lalu mengintip ke luar.

Jalanan di depan rumah Lisa sepi. Namun, di kejauhan, tepat di bawah lampu jalan yang redup, ada seseorang berdiri.

Rinea menahan napas. “Ada seseorang di luar.”

Lisa dan yang lainnya langsung mendekat. Sosok itu tidak bergerak, hanya berdiri diam seakan sedang mengamati rumah Lisa.

Dion mengepalkan tangan. “Siapa dia?”

May menelan ludah. “Mungkin… pengirim pesan itu?”

Lisa menarik napas panjang, mencoba berpikir jernih. “Kita tidak bisa gegabah. Jika dia tahu kita menyelidiki ini, berarti ada kemungkinan dia bagian dari orang-orang yang ingin menyembunyikan sesuatu.”

Dion meraih ponselnya. “Aku bisa mencoba melacak nomor yang mengirim pesan tadi.”

Tiba-tiba, ponsel May kembali bergetar. Satu pesan baru muncul.

“Jangan coba-coba melacakku. Aku lebih dekat dari yang kalian kira.”

Jantung mereka seperti berhenti berdetak.

Rinea menoleh cepat ke luar jendela—tapi sosok itu sudah menghilang.

May mundur perlahan. “Lisa… aku rasa kita tidak sendirian di rumah ini.”

Lisa langsung meraih ponselnya dan menyalakan senter, matanya menyisir sudut-sudut ruangan. Napasnya semakin cepat.

Dion bergerak menuju pintu kamar dan menempelkan telinganya ke pintu. Sekejap kemudian, ia berbisik, “Aku dengar sesuatu di lantai bawah.”

Rinea menggenggam tangan Lisa erat. “Apa yang harus kita lakukan?”

Lisa menelan ludah. Jantungnya berdebar kencang, tapi pikirannya harus tetap jernih.

“Kita harus keluar dari sini. Sekarang.”

Dion mengangguk. “Lewat jendela.”

May terkejut. “Apa?! Kita ada di lantai dua!”

Lisa tidak punya pilihan lain. Ia meraih seprai dari tempat tidurnya dan dengan cepat mengikatnya ke ujung jendela.

“Turun satu per satu,” perintahnya. “Jangan bersuara.”

Dion langsung mengambil posisi pertama, meluncur turun dengan cekatan. Rinea menyusul setelahnya, meski tangannya sedikit gemetar.

Saat May bersiap turun, mereka mendengar suara langkah kaki menaiki tangga.

May membeku di tempat. Lisa menatapnya dengan panik.

“Seseorang ada di luar pintu,” bisik Dion dari bawah.

Lisa menarik napas dalam, lalu berbisik, “Lompat, May. Sekarang.”

Tapi sebelum May bisa bergerak, gagang pintu kamar berputar pelan.


Seseorang mencoba masuk.


Bersambung......