Teladan

Pantun ini memiliki struktur yang khas, terdiri dari sampiran (dua baris pertama) dan isi (dua baris terakhir). Sampiran "Jalan-jalan ke kota Medan, jangan lupa membeli durian" menggambarkan suasana santai dan menyenangkan, seolah mengajak kita untuk menikmati perjalanan dan oleh-oleh khas Medan. Namun, sampiran ini juga berfungsi sebagai pengantar menuju isi pantun.
Isi pantun, "Jadilah engkau anak teladan, tumpuan harapan masa depan," mengandung pesan moral yang kuat. Pantun ini menasihati agar kita menjadi anak yang teladan, yaitu anak yang memiliki perilaku baik, berprestasi, dan dapat diandalkan. Dengan menjadi anak teladan, kita akan menjadi tumpuan harapan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa di masa depan. Pantun ini mengingatkan bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda, dan penting bagi mereka untuk mempersiapkan diri menjadi individu yang berkualitas. (8)