My Journey: Bulan Ramadhan

Bintang-Bintang Rindu
Malam ini, bulan Ramadan menyapa dengan kehangatan yang merdu. Bintang-bintang di langit seolah berbisik rindu, menyambut kedatangan bulan penuh berkah. Angin malam bertiup lembut, membawa aroma kurma dan dupa yang menenangkan jiwa. Di kejauhan, lantunan ayat suci Al-Qur'an terdengar merdu, mengalunkan kedamaian di setiap sudut hati.
Cahaya Rembulan Syahdu
Rembulan malam ini bersinar syahdu, memancarkan cahaya keemasan yang menenangkan. Di bawah naungan langit malam, aku merenungkan perjalanan hidup yang penuh liku. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Malam ini, aku berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang lebih taat dan penuh kasih.
Doa-Doa yang Terbang Tinggi
Di sepertiga malam terakhir, aku bangun dari tidurku. Kubasuh wajah dengan air wudhu yang sejuk, lalu bersujud di hadapan-Nya. Doa-doa mengalir dari bibirku, harapan-harapan membubung tinggi ke langit. Aku memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, memohon petunjuk untuk masa depan yang lebih baik. Di malam yang sunyi ini, aku merasakan kedekatan yang luar biasa dengan-Nya.
Malam Penuh Keajaiban
Malam ini, aku merasakan keajaiban Ramadan yang sesungguhnya. Hati terasa lapang dan damai, pikiran terasa jernih dan tenang. Di setiap sudut masjid, orang-orang berbondong-bondong beribadah, memanjatkan doa-doa dengan khusyuk. Malam ini, aku menyadari bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati dan jiwa.
Malam Lailatul Qadar yang Dinanti
Malam ini, aku menanti kedatangan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Hatiku berdebar-debar, penuh harap akan ampunan dan keberkahan-Nya. Aku berdoa agar Allah SWT mempertemukan aku dengan malam yang penuh kemuliaan ini, agar aku dapat meraih keutamaan dan keberkahan-Nya. Semoga setiap malam di bulan Ramadan ini menjadi malam yang penuh makna, malam yang membawa perubahan positif dalam hidupku. (S1)