Rahasia di Balik Punggung (Bagian 10)

Rahasia di Balik Punggung (Bagian 10)

By : End 


Jantung Lisa seakan berhenti. Sosok itu berdiri diam di seberang jalan, wajahnya tertutup bayangan.

May menggigit bibir, suaranya gemetar. “Dia… dia mengikuti kita?”

Dion mengepalkan tangan. “Kita harus keluar dari sini sebelum sesuatu terjadi.”

Namun, sebelum mereka bisa bergerak, ponsel Lisa bergetar lagi. Kali ini panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.

Lisa ragu sejenak, tetapi kemudian mengangkatnya. “Halo…?”

Suara berat terdengar di seberang. “Kalian sudah terlalu jauh.”

Lisa menelan ludah. “Siapa kau?”

Hening. Lalu suara itu berbicara lagi, lebih pelan, lebih mengancam.

“Kalau kalian masih ingin selamat, serahkan dokumen itu. Aku akan menemui kalian di tempat biasa besok malam. Datang sendiri. Jangan bawa siapa pun.”

Tut. Panggilan terputus.

Lisa menatap layar ponselnya dengan tangan gemetar. “Dia ingin kita menyerahkan dokumen ini.”

May menggeleng cepat. “Itu jebakan! Kita tidak bisa menurutinya begitu saja.”

Dion menghela napas panjang. “Tapi kita juga tidak bisa diam. Kalau kita tidak datang, mungkin mereka akan melakukan sesuatu yang lebih berbahaya.”

Lisa menutup matanya sejenak, berpikir keras. Akhirnya, ia membuka suara. “Baik. Kita akan datang. Tapi kita tidak akan datang tanpa persiapan.”

Rinea menatapnya dengan khawatir. “Maksudmu?”

Lisa menatap mereka satu per satu. Matanya penuh tekad.

“Kita jebak mereka sebelum mereka menjebak kita.”

Hening sejenak. Kemudian, Dion tersenyum tipis. “Aku suka idemu.”

May masih tampak cemas, tetapi akhirnya mengangguk. “Oke. Tapi kita harus sangat berhati-hati.”

Lisa mengangkat ponselnya dan mengetik sebuah pesan kepada seseorang yang belum mereka libatkan sebelumnya.

“Kami butuh bantuanmu. Besok malam, kau harus ada di sana.”

Siapa yang ia hubungi?

Mereka tidak tahu apakah rencana ini akan berhasil. Tapi satu hal pasti—mereka tidak akan mundur sekarang.


Malam ini, pertempuran sebenarnya baru saja dimulai.


Bersambung.......