SMPN 5 Kota Bima Lanjutkan KALISU dengan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)

KOTA BIMA, 4 Desember 2025 – Setelah sukses melaksanakan program rutin Kamis Literasi Siswa Unggul (KALISU) pada pagi hari, suasana di lapangan SMP Negeri 5 Kota Bima dilanjutkan dengan kegiatan penting lainnya. Seluruh siswa dan guru wali berfokus mengikuti sosialisasi mengenai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, Abdi, S.Pd.

Kegiatan KALISU yang berlangsung pukul 07.15-07.55 WITA, di mana siswa aktif membaca, menulis, dan bercerita didampingi guru wali, berfungsi efektif untuk memantik semangat literasi. Semangat inilah yang kemudian dialihkan ke fokus akademik melalui sosialisasi TKA.

Kepala Sekolah Abdi, S.Pd., menjelaskan bahwa TKA adalah sebuah asesmen berstandar nasional yang dirancang untuk mengukur secara objektif capaian akademik siswa pada mata pelajaran inti sesuai kurikulum. Sosialisasi ini bertujuan agar siswa dan orang tua memahami pentingnya tes ini sebagai alat ukur dan evaluasi diri.

"TKA adalah instrumen standar yang sangat penting. Kita ingin memastikan siswa kita siap menghadapi asesmen di tingkat yang lebih tinggi," ujar Abdi di hadapan ratusan siswa.

Beliau juga merinci tujuan utama pelaksanaan TKA, yaitu:

  • Mengukur Capaian Akademik: Memberikan gambaran yang objektif tentang pemahaman siswa terhadap mata pelajaran tertentu.
  • Melengkapi Penilaian Sekolah: TKA berfungsi melengkapi sistem penilaian yang sudah ada di sekolah, dan tidak akan menentukan kelulusan siswa dari SMPN 5 Kota Bima.
  • Menjadi Dasar Seleksi: Hasil TKA kelak dapat menjadi salah satu pertimbangan krusial dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri, seperti melalui jalur SNBP atau jalur lainnya.
  • Mengevaluasi Diri: Memberikan siswa feedback yang jelas mengenai kekuatan dan kelemahan akademiknya, sehingga mereka dapat melakukan peningkatan belajar.
  • Penyetaraan: Hasil TKA juga digunakan sebagai salah satu dasar untuk proses penyetaraan antar jalur pendidikan.

Sosialisasi ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, menunjukkan keseriusan pihak sekolah dalam mempersiapkan siswa tidak hanya pada aspek karakter melalui literasi, tetapi juga pada kesiapan akademik mereka di jenjang pendidikan selanjutnya. (Tim WEKI)