Semangat Pagi di SMPN 5 Kota Bima: Budaya Bersih Sebelum Belajar
Selasa pagi, 20 Januari 2026, suasana di SMPN 5 Kota Bima tampak berbeda dari biasanya. Sebelum bel masuk kelas berbunyi nyaring, riuh rendah suara siswa sudah terdengar, namun bukan sekadar gurauan belaka. Mereka tengah sibuk dalam aksi rutin yang menjadi napas sekolah ini: Budaya Bersih Sebelum Belajar.
Di setiap sudut selasar dan ruang kelas, para siswa tampak cekatan memegang sapu, kemoceng, dan kain pel. Tidak ada sekat antara tugas dan tanggung jawab; semua bergerak serentak. Ada yang memastikan kolong meja bebas dari sampah kertas, ada pula yang bersemangat mengelap kaca jendela hingga bening memantulkan sinar matahari pagi Bima yang mulai hangat.
Kegiatan ini bukan sekadar instruksi sepihak. Di tengah-tengah kesibukan siswa, hadir para guru dan wali kelas yang mendampingi dengan penuh kesabaran.
- Wali kelas terlihat memberikan arahan lembut, memastikan setiap sudut kelas tertata rapi.
- Sesekali, mereka ikut memindahkan pot bunga atau membantu merapikan barisan meja agar simetris.
- Interaksi ini menciptakan suasana yang hangat, di mana guru tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai teladan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Lingkungan yang bersih adalah cermin pikiran yang jernih. Jika kelas kita rapi, ilmu pun akan lebih mudah menyerap ke dalam hati," ujar salah satu wali kelas di sela-sela kegiatan.
Tepat pukul 07.15 WITA, ketika kegiatan berakhir, para siswa kembali ke tempat duduk masing-masing dengan napas sedikit terengah namun dengan senyum kepuasan. Dengan kondisi kelas yang sudah nyaman, proses belajar mengajar pun siap dimulai dengan energi positif yang meluap. (Tim WEKI)