Membentuk Karakter Lewat Sapu dan Bakti: Apresiasi Pak Abdi di SMPN 5 Kota Bima
Kota Bima, 20 Januari 2026 – Pagi itu, suasana di SMPN 5 Kota Bima tidak hanya diwarnai oleh debu yang terbang tersapu, tetapi juga oleh semangat pembentukan karakter yang kuat. Kegiatan bersih-bersih sebelum jam pelajaran dimulai telah menjadi ritual wajib yang melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga wali kelas.
Di koridor sekolah, terlihat para wali kelas bahu-membahu bersama siswanya. Kehadiran guru di tengah-tengah aksi bersih-bersih ini bukan sekadar untuk mengawasi, melainkan memberikan keteladanan. Hubungan yang terjalin antara guru dan murid saat memungut sampah atau merapikan bangku menciptakan ikatan emosional yang mendukung suasana belajar yang kondusif.
Kepala SMPN 5 Kota Bima, Pak Abdi, yang memantau langsung kegiatan tersebut, memberikan apresiasi mendalam. Sambil berkeliling memastikan setiap pojok sekolah tertata, beliau menyampaikan pandangannya mengenai esensi dari kegiatan rutin ini.
"Apa yang kita lihat pagi ini bukan sekadar urusan kebersihan fisik. Ini adalah pendidikan karakter yang nyata," ujar Pak Abdi dengan bangga.
Menurut Pak Abdi, ada tiga nilai utama yang sedang ditanamkan:
- Tanggung Jawab: Siswa belajar bahwa ruang kelas adalah rumah kedua yang harus mereka jaga sendiri.
- Gotong Royong: Pekerjaan berat menjadi ringan karena dilakukan bersama-sama tanpa memandang status.
- Kedisiplinan: Memulai hari dengan keteraturan akan membentuk pola pikir yang sistematis saat menerima pelajaran nanti.
Pak Abdi menekankan bahwa pendidikan karakter tidak harus selalu di dalam ruang kelas dengan buku teks. Melalui sapu, kemoceng, dan kerja keras di pagi hari, siswa diajarkan untuk rendah hati dan peduli pada lingkungan.
"Kami ingin lulusan SMPN 5 Kota Bima tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan etika lingkungan yang tinggi. Jika mereka bisa menghargai kebersihan, mereka akan menghargai proses belajar itu sendiri," tambahnya.
Kegiatan yang berakhir sesaat sebelum bel masuk berbunyi ini menyisakan lingkungan sekolah yang asri dan wajah-wajah siswa yang siap menerima ilmu dengan hati yang senang.