Kunjungan Rumah oleh Tim BK SMPN 5 Kota Bima
Selasa, 20 Januari 2026 – Di saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, dua sosok pendidik dari tim Bimbingan Konseling (BK) SMPN 5 Kota Bima, Ibu Sri Haryanti dan Ibu Nurhumaida, melangkah keluar gerbang sekolah. Tujuan mereka bukan untuk urusan pribadi, melainkan untuk menjalankan tugas kemanusiaan yang menjadi bagian dari pendidikan karakter: melakukan home visit atau kunjungan rumah.
Langkah kaki kedua guru BK ini tertuju pada rumah salah satu murid yang belakangan ini diketahui jarang masuk sekolah tanpa keterangan yang jelas. Bagi Ibu Sri dan Ibu Nurhumaida, absennya seorang siswa bukan sekadar angka di buku jurnal, melainkan sebuah sinyal bahwa ada kendala yang sedang dihadapi oleh anak didik mereka.
Setibanya di rumah siswa tersebut, suasana hangat dan kekeluargaan langsung terbangun. Ibu Sri Haryanti dan Ibu Nurhumaida tidak datang untuk menghakimi, melainkan untuk mendengarkan.
Ibu Sri Haryanti dengan lembut berdialog dengan orang tua murid, menggali informasi mengenai kendala yang dihadapi keluarga maupun sang anak.
Ibu Nurhumaida memberikan motivasi langsung kepada siswa yang bersangkutan, mengingatkan kembali akan cita-cita dan dukungan yang selalu ada di sekolah.
Kunjungan ini bertujuan untuk mencari solusi bersama (win-win solution) agar hambatan—baik itu masalah pribadi, ekonomi, maupun lingkungan—dapat segera diatasi sehingga siswa tersebut bisa kembali ke bangku sekolah.
Kegiatan ini selaras dengan arahan Kepala Sekolah, Pak Abdi, yang menekankan bahwa pendidikan karakter juga mencakup kepedulian guru terhadap kondisi psikososial siswa.
"Sekolah tidak boleh menyerah pada keadaan siswa. Jika siswa tidak bisa datang ke sekolah, maka sekolah yang harus mendatangi mereka untuk mencari tahu mengapa," ungkap salah satu guru BK saat berpamitan dengan pihak keluarga.
Kunjungan rumah yang dilakukan oleh Ibu Sri dan Ibu Nurhumaida ini menjadi bukti nyata bahwa SMPN 5 Kota Bima sangat menjunjung tinggi keberlanjutan pendidikan bagi setiap siswanya. Dengan kepedulian ini, diharapkan tidak ada lagi siswa yang merasa berjalan sendirian dalam menghadapi masalahnya, dan mereka dapat segera kembali merajut masa depan di sekolah dengan semangat baru. (TM)