Dinamika Kehidupan

Malam hari pasang lampu,

Terangi rumah supaya cerah.

Jika datang rasa cemburu,

Ingatlah bahwa semua itu anugerah.

Makna:

Pantun ini menyampaikan nasihat yang sangat relevan dengan dinamika emosi sehari-hari, yaitu mengelola rasa cemburu atau iri hati. Baris sampiran ("Malam hari pasang lampu...") melambangkan kebutuhan akan pencerahan dan panduan saat berada dalam kegelapan emosi.

Nasihat utamanya adalah meredam rasa cemburu dengan menyadari bahwa semua itu anugerah. Cemburu muncul karena membandingkan nikmat atau pencapaian diri sendiri dengan orang lain. Pantun ini mendorong kita untuk memahami bahwa rezeki dan takdir setiap orang adalah unik, telah diatur oleh Allah, dan merupakan anugerah yang berbeda. Mengakui hal ini sebagai ketetapan Allah akan mengubah cemburu menjadi rasa syukur atas nikmat yang kita miliki, dan mengurangi stress akibat perbandingan sosial.