Suara Hening Di Tengah Macet
Suara Hening Di Tengah Macet
Oleh : Y.A
Klakson berteriak, lampu merah menyala lama,
Rencana hari ini terhimpit waktu yang menua.
Kau genggam setir erat, wajahmu dipenuhi lara,
Lupa bahwa jeda ini adalah teguran mesra.
Coba tarik napas, dengar hati yang berbisik,
“Dunia tak lari, ia hanya memintamu bersabar.”
Saat segala sesuatu melambat, itulah detik-detik,
Waktu yang diberi untuk berdzikir dan berfikir benar.
Makna:
Puisi ini menggunakan skenario "kemacetan lalu lintas" yang sangat umum dan menyebalkan sebagai latar untuk mengajarkan kesabaran dan mindfulness (kesadaran penuh). Kemacetan di sini adalah metafora untuk semua keterlambatan, penundaan, atau hambatan yang mengganggu rencana harian kita, memicu stres dan frustrasi.
Penyair mengubah perspektif: "jeda ini adalah teguran mesra." Artinya, waktu yang melambat itu bukan hanya penghalang, tetapi hadiah yang memaksa kita berhenti dari kesibukan yang terlalu cepat. Puisi ini menyarankan agar kita memanfaatkan momen hening (seperti saat menunggu lampu merah) untuk berdzikir, menenangkan hati, dan berpikir jernih. Ini adalah ajakan untuk menemukan kedamaian dan spiritualitas bahkan dalam rutinitas yang paling membuat stres.