Refleksi Diri

"Jika kamu kesal dengan apa yang kamu lihat di cermin, tanyalah pada hatimu: apakah hati ini sudah lebih bersih daripada cermin itu?"

Makna:

Renungan ini menggunakan cermin sebagai metafora untuk refleksi diri, baik secara fisik maupun spiritual. Cermin menunjukkan tampilan luar kita. Rasa kesal terhadap apa yang terlihat di cermin bisa melambangkan ketidakpuasan, insecurity, atau masalah dangkal yang sering mendominasi pikiran kita di dunia modern.

Namun, renungan ini mengarahkan kita pada introspeksi yang lebih dalam: fokus pada "hati." Cermin fisik mungkin mudah dibersihkan, tetapi hati adalah wadah keimanan, niat, dan akhlak. Jika hati dipenuhi dengan iri, dengki, atau sombong, maka seindah apa pun penampilan luar, jiwa akan tetap keruh. Renungan ini mengajarkan bahwa pembersihan batin (hati) jauh lebih penting dan mendesak daripada perbaikan penampilan luar.