KALISU: Menumbuhkan Budaya Literasi di Bawah Langit Pagi
Kamis, 5 Februari 2026, lapangan utama SMPN 5 Kota Bima tampak dipenuhi oleh barisan siswa dan guru yang duduk rapi. Pagi itu, suasana sekolah terasa lebih tenang dan khusyuk dari biasanya. Bukan karena ujian, melainkan karena sedang berlangsungnya kegiatan KALISU (Kamis Literasi Siswa Unggul).
Kegiatan rutin mingguan ini kembali berjalan lancar, menjadi oase bagi pengayaan wawasan seluruh warga sekolah sebelum memulai aktivitas belajar mengajar formal.
Hal yang istimewa dari KALISU kali ini adalah kuatnya ikatan antara siswa dan guru wali. Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi terjun langsung mendampingi siswa dalam menyelami bacaan.
- Membaca Bersama: Setiap siswa membawa buku bacaan mulai dari buku fiksi, non-fiksi, hingga literatur agama dan membacanya secara serentak di lapangan terbuka.
- Pendampingan Wali Kelas: Guru wali duduk di tengah-tengah kelompok kelasnya, memberikan teladan bahwa membaca adalah kebutuhan sepanjang hayat, bukan sekadar tugas sekolah.
- Diskusi Ringan: Setelah sesi membaca mandiri, beberapa guru wali mengajak siswa mendiskusikan inti sari dari apa yang mereka baca, melatih kemampuan berpikir kritis dan kecakapan berbicara di depan umum.
Program KALISU dirancang bukan tanpa alasan. SMPN 5 Kota Bima memahami bahwa untuk menjadi "Siswa Unggul", kemampuan literasi adalah fondasi yang harus diperkuat setiap hari.
"KALISU adalah ruang bagi siswa untuk menjemput jendela dunia. Dengan dukungan penuh dari guru wali di lapangan, kita ingin literasi menjadi gaya hidup, bukan lagi beban," ujar salah satu koordinator kegiatan.
Sinar matahari pagi yang hangat seolah menyertai semangat para siswa saat membalik lembar demi lembar buku mereka. Melalui rutinitas ini, SMPN 5 Kota Bima terus berkomitmen menjaga nyala api literasi di hati setiap anak didik. (Tim WEKI)