Dengar Keluh Kesah Guru, Kepala Spenlim Bedah Hambatan di Ruang Kelas
Aula Paruga Parenta menjadi saksi bisu diskusi hangat antara guru dan kepala sekolah baru pada Jumat (6/2). Ibu Nining Juniarti membuka ruang dialog lebar-lebar bagi para guru untuk menyampaikan kendala nyata di lapangan. Berbagai persoalan mencuat, mulai dari beratnya beban administrasi yang menyita waktu, hingga terbatasnya sarana pendukung yang menghambat kreativitas dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa.
Para guru mata pelajaran secara bergantian memaparkan kesulitan dalam menghadapi karakter siswa Gen Z yang beragam. Selain itu, masalah klasik seperti siswa yang jarang masuk sekolah hingga sulitnya mengadaptasi teknologi digital secara merata menjadi poin krusial yang dibahas. Diskusi ini bertujuan mencari jalan keluar agar beban kerja guru tetap proporsional namun kualitas pengajaran tetap maksimal di tengah tuntutan zaman.
Kepala SMPN 5 Kota Bima, Ibu Nining Juniarti, S.Pd. merespons positif setiap masukan tersebut. "Saya mendengar betapa berat beban administrasi dan tantangan mengajar di era digital ini. Kita akan cari solusi bersama agar guru tidak hanya sibuk dengan kertas, tapi punya lebih banyak waktu untuk menciptakan metode pengajaran kreatif yang disukai siswa," tegasnya di hadapan para guru. (Tim WEKI)