LEWAT "MAHKOTA TANAH RABANGODU", SISWA SMPN 5 KOTA BIMA REBUT PIALA EMAS LOMBA BERTUTUR DIGITAL

KOTA BIMA – Bahasa dan cerita rakyat Mbojo menolak punah di era digital. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh Masita Tuljannah, siswi SMPN 5 Kota Bima yang sukses menyabet gelar Juara 1 Kategori Umum pada ajang Lomba Video Bertutur Cerita Rakyat Bima 2026. Lomba yang diinisiasi oleh Yayasan Pendidikan Permata Sukma bersama PGSD Universitas Nggusu Waru ini bertujuan membumikan kembali warisan leluhur lewat platform media sosial.

Kabar kemenangan yang diumumkan pada Rabu (1/7) menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan sejarah tanah kelahirannya. Masita berhasil unggul berkat penampilannya yang sarat penghayatan saat membawakan cerita berjudul "Mahkota Tanah Rabangodu: Air Mata dan Asa Umi Yati".

"Kami sangat terharu. Budaya Bima memiliki nilai moral yang sangat tinggi, dan Masita mampu menyampaikannya dengan sangat indah lewat ruang digital," tutur Ibu Endang, perwakilan guru pembina yang mendampingi bersama Ibu Nurlaylah dan Ibu Yanis.

Apresiasi serupa juga mengalir dari Kepala SMPN 5 Kota Bima, Ibu Nining Juniati. Menurutnya, kemenangan ini melambangkan esensi dari pesan moral kompetisi itu sendiri: Teruslah bertutur, berkarya, dan menjadi pelestari budaya Bima bagi generasi mendatang. Keberhasilan Masita membawa pulang trofi utama diharapkan menjadi momentum kebangkitan literasi budaya di kalangan pelajar se-Kota Bima.